Harga Pangan Naik, Akhir Tahun, Inflasi Mengintai

Selasa 27-10-2026,21:39 WIB
Reporter : Endang Sahroni
Editor : Endang Sahroni

JAKARTA — Kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah menjadi sinyal peringatan menjelang akhir tahun. Di tengah potensi lonjakan permintaan saat Natal dan liburan, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan pasokan dan segera melakukan intervensi agar harga pangan tidak semakin menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah dae­rah diminta memperketat pe­ngawasan harga dan pasok­an pangan menjelang Natal dan libur akhir tahun. Ke­naik­an permintaan masyarakat pada periode tersebut ber­potensi menekan harga se­jumlah komoditas dan men­dorong inflasi, terutama jika tidak diantisipasi sejak dini.

Sekretaris Jenderal Ke­men­terian Dalam Negeri (Ke­men­dagri) Tomsi Tohir meminta pe­merintah daerah turun lang­sung ke lapangan untuk memantau perkembangan harga, memastikan keter­se­diaan pasokan, dan segera mengambil langkah pena­ngan­an ketika ditemukan kenaik­an harga yang tidak wajar.

Berdasarkan data Badan Pu­sat Statistik (BPS), Tomsi mengatakan inflasi pada Okto­ber cenderung meningkat da­lam tiga tahun terakhir, yakni periode 2023–2025. Ke­naikan tersebut terutama di­pengaruhi kelompok ma­kan­an, minuman, dan tembakau.

“Oleh sebab itu, kami ber­harap turunlah ke lapangan. Cek betul, temukan solusinya,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa inflasi tahunan atau year-on-year (YoY) pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen. Di tengah dinamika geopolitik global dan pengaruh cuaca terhadap produksi pa­ngan, kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah perlu diwaspadai.

Menurut Tomsi, pemerintah daerah tidak boleh menunggu harga melonjak sebelum me­ngambil tindakan. Peme­taan komoditas rawan kenaikan, pemantauan pasokan, dan koordinasi dengan pihak terkait perlu dilakukan lebih awal untuk menjaga stabilitas harga.

“Setiap bulan Desember itu terjadi kegiatan masyarakat yang bertambah, baik itu pera­yaan Natal, kemudian liburan, ya, oleh sebab itu, maka kita perlu mengan­tisipasinya sejak dini,” katanya.

 

Operasi Pasar Jadi Langkah Antisipasi 

Untuk menahan kenaikan harga, Tomsi meminta peme­rintah daerah menggencarkan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga. Langkah tersebut perlu dise­suai­kan dengan kondisi m­a­sing-masing daerah, terutama ketika kenaikan harga dipicu terbatasnya pasokan atau meningkatnya permintaan.

Operasi pasar diharapkan membantu menjaga keter­jangkauan harga komoditas pangan sekaligus mencegah lonjakan harga yang mem­bebani masyarakat menjelang akhir tahun.

“Dengan perkembangan situasi global maupun ber­kaitan dengan cuaca itu mengakibatkan inflasi kita sedikit naik, dan kita harus jaga untuk tidak keluar dari batas toleransi,” jelasnya.

Tomsi secara khusus me­nyoroti kenaikan harga cabai merah di sejumlah daerah. Pemerintah daerah diminta memetakan perkembangan harga, hasil panen, dan keter­sediaan pasokan untuk me­ngetahui penyebab kenaikan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Data terkini mengenai ko­moditas cabai juga diminta segera disampaikan agar dapat dianalisis bersama. Hasil pe­metaan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah konkret untuk mere­dam kenaikan harga.

Kategori :

Terkait