60 Warga Jaksel Belajar Jadi Wirausaha Makanan, Ada Chikuro dan Tahu Isi Daging

Rabu 02-09-2026,08:22 WIB
Reporter : Andre AP
Editor : Andre AP

JAKARTA SELATAN, METRODISWAY.ID – Sebanyak 60 warga dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan mendapat pelatihan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang menjadi wirausaha baru di bidang makanan.
Pelatihan tersebut digelar Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan melalui kegiatan Pelatihan Hard Skill Kewirausahaan bertajuk Penumbuhan Wirausaha Baru Komoditas Makanan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di RPTRA Taman Gajah, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mengolah produk makanan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha.
Dalam pelatihan itu, peserta mempraktikkan pembuatan chikuro dan tahu isi daging. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendampingan instruktur Chef Kuswan dan Chef Novi Olivia dari Olivia Baking Course.
Kepala Sudin PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong munculnya wirausaha baru di wilayah Jakarta Selatan.
"Total ada 60 peserta dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan yang ikut pelatihan ini. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, khususnya di bidang usaha makanan," ujarnya, Selasa (1/9).
Menurut Rizky, keterampilan membuat produk makanan perlu diikuti dengan kemampuan mengembangkan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. Karena itu, peserta juga didorong memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk membangun branding usaha.
Teknologi digital dapat digunakan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran. Produk yang dibuat peserta tidak hanya diharapkan dapat dikonsumsi sendiri, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
"Kami mengimbau para peserta untuk tidak hanya fokus pada kemampuan membuat produk, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk membangun branding usaha. Produk yang sudah dibuat perlu diperkenalkan dan dikemas dengan baik agar lebih mudah dikenal oleh masyarakat," terangnya.
Rizky mengatakan pemanfaatan media digital untuk mendukung pemasaran usaha dapat dimulai dari langkah sederhana. Peserta dapat membuat konten mengenai produk yang dibuat, memperlihatkan proses pembuatannya, serta mengenalkan keunggulan dan ciri khas produk kepada calon konsumen.
Dengan cara tersebut, pelaku usaha dapat mulai membangun identitas produknya sekaligus mengenalkan produk kepada masyarakat melalui kanal digital.
Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Baru Komoditas Makanan itu pun tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis peserta dalam mengolah makanan. Peserta juga diarahkan agar mampu mengembangkan produk secara kreatif, membangun identitas usaha, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari pemasaran.
Bekal tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta setelah pelatihan selesai. Keterampilan yang diperoleh selama dua hari dapat dipraktikkan kembali di rumah dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Rizky berharap para peserta dapat mengimplementasikan materi yang telah diberikan sehingga keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan.
"Pesan saya, para peserta dapat mengimplementasikannya dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan produk unggulan," ungkapnya.

Peserta Siap Coba Jual Chikuro

Semangat mengembangkan hasil pelatihan juga datang dari peserta. Hamidah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia tertarik dengan materi pembuatan chikuro karena melihat produk tersebut tengah diminati masyarakat.
Bagi Hamidah, pelatihan menjadi kesempatan untuk mencoba membuat produk makanan yang nantinya dapat dikembangkan sebagai bagian dari usaha.
Ia berencana mengulang praktik pembuatan chikuro di rumah setelah pelatihan. Produk tersebut akan terlebih dahulu dicoba hingga mendapatkan rasa yang sesuai sebelum dipasarkan.
"Nanti mau coba lagi saya buat di rumah. Kalau rasanya sudah sempurna, saya akan jual untuk menambahkan produk makanan yang sudah ada," tandasnya.

Rencana tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan materi pelatihan yang diberikan kepada peserta. Selain memperoleh keterampilan baru, peserta dapat mencoba mengembangkan produk hasil pelatihan sebagai tambahan pilihan makanan yang dijual.
Pelatihan yang diikuti 60 warga dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan untuk mengembangkan usaha di bidang makanan.
Peserta mendapatkan pengalaman dalam membuat produk sekaligus pemahaman mengenai pentingnya pengemasan, branding, dan pemasaran melalui teknologi digital.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada proses produksi. Peserta juga diarahkan untuk mulai mengenalkan produk, membangun identitas usaha, dan memperluas pemasaran agar produk makanan yang dikembangkan lebih mudah dikenal calon konsumen.
Kegiatan di RPTRA Taman Gajah tersebut menjadi bagian dari upaya penumbuhan wirausaha baru komoditas makanan di Jakarta Selatan. Sebanyak 60 peserta dari 10 kecamatan mengikuti rangkaian pelatihan selama dua hari dengan materi teori dan praktik pembuatan produk makanan.
Melalui keterampilan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan produk secara kreatif dan menerapkannya dalam kegiatan usaha. Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian yang didorong agar produk dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Bagi Hamidah, salah satu langkah berikutnya adalah mencoba kembali membuat chikuro di rumah. Jika hasilnya sudah sesuai, produk tersebut akan dijual untuk menambah pilihan makanan yang telah dimilikinya.
Sementara itu, Sudin PPAPP Jakarta Selatan berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan dan mengembangkan produk unggulan sehingga memberikan manfaat terhadap pendapatan mereka.

Kategori :