Dada Tertekan Saat Olahraga, Bisa Jadi Sinyal Jantung
--
Angina tidak selalu hadir dalam bentuk nyeri dada hebat. Sensasinya bisa berbeda pada setiap orang.
Sebagian merasakan dada seperti ditekan atau tertindih benda berat. Ada pula yang merasakan panas seperti terbakar dan mengiranya sebagai gangguan lambung.
Keluhan juga dapat menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, punggung, hingga perut bagian atas. Pada sebagian pasien, terutama ketika beraktivitas, keluhan utama justru berupa sesak napas atau rasa lelah yang tidak biasa.
Aktivitas yang sebelumnya mampu dilakukan dengan mudah tiba-tiba membuat tubuh cepat kehabisan tenaga.
Pada perempuan dan penderita diabetes, gejala bahkan dapat muncul secara tidak khas. Mual, pusing, atau kelelahan ekstrem bisa menjadi tanda tanpa disertai nyeri dada yang jelas.
Angina stabil juga memiliki sejumlah pemicu. Selain olahraga, keluhan dapat muncul ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berat, makan dalam porsi besar, terpapar cuaca dingin, maupun melakukan aktivitas setelah bangun tidur.
Karena itu, perubahan pola keluhan tubuh sekecil apa pun patut diperhatikan, terutama jika berulang dan berkaitan dengan aktivitas fisik.
Angina stabil umumnya berkaitan dengan penyakit jantung koroner (PJK), yakni kondisi ketika pembuluh darah koroner menyempit akibat penumpukan plak aterosklerosis.
Plak tersebut terbentuk dari kolesterol, lemak, sel inflamasi, dan jaringan fibrosa yang menumpuk secara perlahan di dinding pembuluh darah selama bertahun-tahun.
Prosesnya sering berlangsung diam-diam. Seseorang bisa merasa sehat tanpa menyadari bahwa pembuluh darah jantungnya mulai menyempit.
Ketika penyempitan semakin signifikan dan pasokan darah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan otot jantung, tubuh mulai mengirimkan sinyal. Salah satunya melalui angina.
Di titik inilah keluhan yang tampak sederhana seharusnya tidak lagi dianggap sebagai gangguan biasa.
Berbeda dengan angina stabil yang umumnya membaik setelah beristirahat, serangan jantung merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Waspadai apabila nyeri atau tekanan di dada terasa sangat berat, seperti diremas atau tertindih benda berat. Terlebih jika rasa tersebut menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung, atau perut bagian atas.
Keringat dingin, mual, pusing hebat, hingga sesak napas juga patut menjadi tanda bahaya.
Sumber: