Belajar dari Kota Bandung, Pemkab Langkat Siapkan Penguatan Satu Data Indonesia
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bersama jajaran Pemkab Langkat saat melakukan kunjungan studi tiru penyelenggaraan Satu Data Indonesia ke Pemerintah Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).--
BANDUNG, METRODISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Langkat menjadikan penerapan Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Bandung sebagai rujukan untuk memperkuat tata kelola data pemerintahan di daerahnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan studi tiru Pemkab Langkat ke Pemerintah Kota Bandung. Rombongan datang untuk menggali pengalaman sekaligus mempelajari strategi yang diterapkan Kota Bandung dalam mengelola data pemerintahan secara terintegrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti mengatakan, Pemkab Langkat saat ini tengah melakukan pembenahan terhadap penyelenggaraan Satu Data Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyesuaikan Surat Keputusan penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Langkat dengan regulasi terbaru.
"Untuk itu kami Pemkab Langkat ingin belajar kepada Pemerintah Kota Bandung terkait bagaimana proses penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kota Bandung sehingga bisa berhasil seperti saat ini," ujar Tiorita di Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).
Pembenahan tersebut, kata Tiorita, merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 91 Tahun 2025. Regulasi itu membawa perubahan dalam penyelenggaraan Satu Data di tingkat daerah, termasuk terkait peran pejabat pembina data.
Di Kabupaten Langkat, Forum Satu Data Indonesia baru mulai aktif pada 2026. Forum tersebut kini tengah menyelesaikan finalisasi usulan data tahun 2026 yang selanjutnya akan ditetapkan menjadi daftar data Kabupaten Langkat.
Berdasarkan hasil sementara evaluasi Kementerian PPN/Kepala Bappenas, Indeks Satu Data Indonesia Kabupaten Langkat pada 2025 tercatat 44,74 poin.
"Kami ingin menggali dan mempelajari praktik baik Kota Bandung untuk dapat kami adopsi dan kami terapkan di Kabupaten Langkat," kata Tiorita.
Ia pun meminta tim penyelenggara Satu Data Kabupaten Langkat memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menggali berbagai pengalaman, informasi, serta strategi yang telah diterapkan Pemkot Bandung.
"Sehingga nantinya yang kami dapat dari Kota Bandung dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kabupaten Langkat," ujarnya.
Data Terintegrasi Jadi Dasar Pengelolaan Pemerintahan
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut kedatangan jajaran Pemkab Langkat. Dalam kesempatan tersebut, Farhan memaparkan pengalaman Pemkot Bandung dalam membangun pengelolaan data pemerintahan yang terintegrasi.
Menurut Farhan, keberadaan Satu Data Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pemerintah menghadapi berbagai persoalan. Data yang terintegrasi juga dibutuhkan untuk proses verifikasi dan koordinasi, termasuk dalam pengelolaan aset dan data pertanahan.
Pemkot Bandung sendiri memiliki sekitar 12.000 bidang aset yang tersebar pada wilayah dengan luasan relatif kecil. Kondisi tersebut membuat ketepatan dan akurasi data menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset daerah.
"Makanya Forum Satu Data ini jadi sangat penting untuk kita, terutama sebagai bahan untuk berkoordinasi dengan BPN," kata Farhan.
Selain mendukung pengelolaan aset, Farhan menyebut penguatan data juga menjadi bagian dari langkah Pemkot Bandung membangun ekosistem pemerintahan digital. Data yang tersusun dan terintegrasi dapat digunakan untuk menunjang pengambilan kebijakan serta pengelolaan aset daerah.
Melalui studi tiru tersebut, Pemkot Bandung berharap pengalaman yang dibagikan dapat memberikan gambaran kepada Pemkab Langkat mengenai penerapan Satu Data Indonesia yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Setelah kegiatan di Pendopo Kota Bandung, rombongan Pemkab Langkat dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Bandung Command Center. Di lokasi tersebut, mereka akan mempelajari lebih jauh aspek teknis penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kota Bandung.
Sumber: