DPR Minta Polri Kejar Pengendali Lab Sabu

DPR Minta Polri Kejar Pengendali Lab Sabu

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath.--

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama jajaran dan aparat gabungan yang membongkar penyelundupan sekitar satu ton ketamin menggunakan kapal tanker MT Global 168. Pengungkapan ini dinilai menjadi bukti pentingnya penguatan intelijen dan sinergi lintas lembaga dalam membendung penye­lundupan narkotika melalui jalur laut.

Kapal berbendera Mongolia itu diamankan di perairan Tanjung Balai Asahan, Suma­tera Utara, dalam operasi ga­bu­ngan Polri, Badan Narko­tika Nasional (BNN), dan Di­rektorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan delapan awak kapal.

Rano menilai pengungkapan dalam jumlah besar tersebut menunjukkan bahwa pem­berantasan narkoba mem­butuhkan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan. Me­nurutnya, komitmen pim­pinan Polri harus diwujudkan melalui kemampuan men­deteksi pergerakan sindikat, mengembangkan informasi intelijen, serta memperkuat koordinasi antarlembaga.

“Saya menyampaikan apre­siasi yang tinggi kepada Ka­polri atas komitmen dan ke­sungguhannya dalam mem­berantas peredaran narkoba. Pengungkapan dalam jumlah besar ini merupakan capaian penting yang menunjukkan bahwa perhatian Kapolri ter­hadap ancaman narkoba di­wujudkan melalui kerja pe­negakan hukum yang konkret, terukur, dan melibatkan si­nergi antarinstansi,” ujar Rano dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Legislator dari daerah pe­milihan Banten III itu menilai pengungkapan penyelun­dupan melalui jalur laut me­miliki tantangan tersendiri. Aparat dituntut mampu mem­baca pola pergerakan kapal, menganalisis informasi inte­lijen, serta menghubungkan te­muan dari satu perkara de­ngan penyelidikan lainnya.

Berdasarkan penjelasan Ka­polri, pemantauan terhadap MT Global 168 telah dilakukan sejak Agustus 2026. Identitas kapal terungkap melalui do­kumen docking  yang dit­e­mukan saat pengungkapan kapal lain sebelumnya. Aparat kemudian mendalami anomali per­gerakan dan identitas ka­pal, termasuk dugaan pe­ma­daman sistem identifikasi oto­matis atau  Automatic Iden­tification System (AIS) ketika diduga terjadi pemin­dahan muatan antarkapal di Laut Andaman.

“Ketelitian membaca pola pergerakan kapal dan me­ngem­bangkan informasi dari pengungkapan sebelumnya patut mendapat penghargaan. Ini memperlihatkan penting­nya penyidikan yang berke­si­nambungan dan penindakan berbasis intelijen. Kami men­dukung Kapolri untuk terus memperkuat pendekatan ter­sebut agar aparat mampu mengikuti perubahan modus sindikat dan mencegah pe­nyelundupan sejak dini,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Rano juga mengaitkan ke­ber­hasilan itu dengan se­mangat “Polisi Bersama Ma­syarakat” yang diusung Suyudi Ario Seto. Menurutnya, keber­hasilan penegakan hukum harus dira­sa­kan langsung oleh masyarakat melalui per­lin­dungan dari ancaman narkoba dan dampak sosial yang di­timbulkannya.

“Bagi saya, inilah wujud nya­ta Polisi Bersama Masya­rakat. Kehadiran polisi dira­sakan ketika negara mam­pu mencegah zat berbahaya ber­edar, melindungi anak-anak dari ancaman penya­lah­gunaan narkoba, dan men­jaga keluarga dari dampak sosialnya. Komitmen Kapolri da­lam pemberantasan nar­koba memberikan makna konk­ret pada semangat terse­but,” ujarnya.

Ia menambahkan, keter­libatan masyarakat dalam upa­ya pemberantasan narkoba perlu diperkuat melalui salur­an pelaporan yang mudah diakses, perlindungan bagi pemberi informasi, serta tin­dak lanjut laporan secara pro­fesional. Kepercayaan publik, kata Rano, menjadi modal penting untuk memper­luas deteksi dini dan mencegah peredaran narkotika.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyita barang bukti belum cukup untuk memutus mata rantai kejahatan. Aparat harus me­nelusuri struktur jaringan se­cara menyeluruh, mulai dari pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga pihak yang menikmati k­e­untungan dari penyelundupan tersebut.

“Keberhasilan ini mem­be­rikan landasan kuat untuk membongkar jaringan secara lebih mendalam. Ukuran ke­ber­hasilan pemberantasan narkoba juga perlu mencakup kemampuan melumpuhkan pembiayaan, memutus jalur distribusi, dan mencegah ja­ringan kembali beroperasi. Karena itu, pengembangan perkara hingga kepada pihak yang mengendalikan dan me­nikmati keuntungannya men­jadi sangat penting,” tegasnya.

Rano turut mendorong pe­nguatan pertukaran informasi lintas negara, integrasi pe­ngawasan maritim, serta pene­lusuran aset yang diduga ber­asal dari tindak kejahatan. Se­­luruh langkah tersebut, me­­nurutnya, harus dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah, dengan pengelolaan barang bukti yang akuntabel dan tetap menghor­mati proses hukum. (esa)

Sumber: