Warga Tangerang Aktif Mengadu 7.000 Laporan Laksa Tuntas 95 Persen

Warga Tangerang Aktif Mengadu  7.000 Laporan Laksa Tuntas 95 Persen

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mugiya Wardhany--

KOTA TANGERANG-Aplikasi Tangerang Live menjadi wadah andalan warga Kota Tangerang dalam menyuarakan berbagai persoalan fasilitas dan pelayanan publik. Tercatat hingga Juli 2026, fitur Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (Laksa) telah menerima lebih dari 7.000 aduan masyarakat dengan tingkat tindak lanjut atau penyelesaian yang mengesankan, yakni mencapai 95 persen.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengatakan, dari ribuan laporan tersebut, tingkat penyelesaian pengaduan mencapai sekitar 95 persen.

“Dari Laksa tahun ini sekitar 7.000 lebih yang masuk, terus penyelesaian pengaduannya 95 persen rate-nya,” ujar Mugiya saat diwawancarai bantenekspres.co.id, Selasa (1/9).

Menurutnya, jumlah pengaduan tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah laporan yang masuk melalui Laksa tercatat sekitar 11.000 pengaduan.

Mugiya menjelaskan, jenis pengaduan yang disampaikan masyarakat cukup beragam. Namun, sebagian besar berkaitan dengan kendala layanan administrasi kependudukan serta persoalan teknis seperti lupa kata sandi.

“Kebanyakan misalkan masalah dia lupa password, terus tentang pelayanan adminduk Sobat Dukcapil, seperti itu sih. Lebih banyak ke situ,” katanya.

Dalam menangani setiap laporan, Diskominfo Kota Tangerang telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki admin yang bertugas menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

Mugiya menyebutkan, rata-rata laporan dapat direspons dalam waktu kurang dari satu hari. Bahkan, sekitar 60 persen lebih pengaduan telah mendapatkan respons OPD sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan dalam SOP.

“Rata-rata untuk responsnya itu di bawah satu hari. Dan itu memang jadi bahan evaluasi juga kalau lebih dari satu hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, Diskominfo juga rutin melakukan evaluasi terhadap para operator Laksa di masing-masing OPD. Pertemuan tersebut dilakukan dua kali dalam setahun untuk memberikan umpan balik sekaligus memastikan standar penanganan pengaduan berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Mugiya mengimbau masyarakat agar menyampaikan keluhan melalui kanal resmi Laksa, bukan hanya melalui media sosial. Pasalnya, laporan yang disampaikan melalui aplikasi Tangerang Live dapat dipantau perkembangannya oleh pelapor.

 

“Sebetulnya sebaiknya gunakan aplikasi Tangerang Live, ada menu aduan Laksa. Di situ si pelapor bisa memantau progres aduannya, apakah sudah direspons, ditindaklanjuti, sampai progres tindak lanjutnya sejauh mana,” tuturnya.

Selain memudahkan masyarakat memantau laporan, penggunaan Laksa juga membantu petugas di lapangan karena laporan dapat dilengkapi dengan informasi lokasi.

Mugiya menilai, penyampaian keluhan melalui media sosial berpotensi membuat informasi menjadi tidak utuh. Terlebih, unggahan yang sebenarnya sudah ditindaklanjuti masih dapat beredar kembali karena masyarakat tidak mengetahui perkembangan penanganannya.“Kalau di Laksa itu kan mereka bisa pantau progresnya,” katanya.

Untuk meningkatkan pemanfaatan Laksa, Diskominfo Kota Tangerang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Sanjung (Saatnya Berkunjung) yang dilakukan oleh UPT PRKK dengan mendatangi langsung wilayah-wilayah di Kota Tangerang.

Selain itu, sosialisasi juga mulai menyasar kalangan pelajar, khususnya tingkat SMP. Langkah tersebut dilakukan agar generasi muda juga mengetahui kanal resmi yang dapat digunakan untuk menyampaikan keluhan terkait pelayanan publik di Kota Tangerang.“Harapannya memang masyarakat lebih banyak menggunakan aplikasi Laksa,” tutupnya. (new)

 

Sumber: