Serah Terima Jabtaan Kapolda Banten, Pataka Berpindah, Janji Pelayanan Dimulai

Kamis 08-10-2026,22:02 WIB
Reporter : Endang Sahroni
Editor : Endang Sahroni

SERANG — Pataka Gawe Kuta Baluwarti berpindah tangan. Di lapangan upacara Polda Banten, Kamis (8/10), tongkat estafet kepemimpinan resmi beralih dari Irjen Pol Hengki kepada Irjen Pol Hendra Kurniawan.

Bagi Hendra, prosesi tersebut bukan se­kadar bagian dari seremoni pergantian jabatan. Di balik pataka yang diterimanya, ada amanah besar: menjaga apa yang sudah baik, mem­benahi yang masih kurang, dan memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasa­kan masyarakat.

Dengan penuh kesadaran, Hendra menerima Pataka Polda Banten yang menjadi sim­bol kehormatan seka­ligus tanggung jawab jajar­an kepolisian di wilayah tersebut.

“Dengan penuh kesadar­an dan kerendahan hati, saya menerima amanah ini. Pataka Gawe Kuta Ba­luwarti akan senantiasa menjadi pengingat akan kewa­jiban saya untuk memimpin dengan keteladanan, menjaga soliditas jajaran dan menguta­makan kepentingan masya­rakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Hendra seusai Upacara Serah Terima Pataka dan Farewell Parade di Lapa­ngan Upacara Polda Banten.

Hendra tidak datang untuk menghapus seluruh jejak kepemimpinan sebelumnya. Ia justru menegaskan prinsip keberlanjutan dengan per­baikan.

Berbagai langkah yang telah dilakukan Hengki selama memimpin Polda Banten, terutama dalam menjaga ke­amanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan serta membangun kedekatan dengan warga, akan menjadi pijakan untuk melan­jutkan pekerjaan.

Pesannya sederhana: yang sudah baik diteruskan, yang belum sempurna diperbaiki.

Semangat itu sejalan dengan prinsip continuity with correc­tion yang juga ditekankan Hengki dalam acara tersebut.

“Terbukalah terhadap eva­lua­­si dan kritik, kemudian jadikan masukan tersebut sebagai dasar untuk mem­benahi pelayanan dan cara kerja kepada masyarakat,” kata Hengki.

Bagi Hendra, keberlanjutan tersebut harus dibarengi perubahan yang menyentuh tubuh Polri secara menye­luruh. Transformasi tidak cukup berhenti pada struktur atau kebijakan, tetapi harus terasa dalam cara anggota berpikir, bersikap dan men­jalankan tugas.

“Transformasi Polri harus menyentuh cara berpikir, cara berperilaku dan mutu pelak­sanaan tugas. Pembenahan kelembagaan, sumber daya manusia, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawas­an, anggaran dan teknologi ha­rus bermuara pada manfaat yang dirasakan oleh masya­rakat,” tegasnya.

Di tengah tuntutan masya­rakat terhadap pelayanan kepolisian yang cepat dan terbuka, Hendra memilih satu kata kunci: kedekatan.

Ia mengajak seluruh personel Polda Banten menghidupkan semangat Polisi Bersama Ma­syarakat  dalam setiap pelaksa­naan tugas.

Bagi Hendra, kedekatan poli­si dengan warga tidak diba­ngun hanya melalui ke­giatan sere­monial atau patroli. Kedekatan lahir ketika polisi mau hadir saat masyarakat membutuhkan, bersedia mendengar keluhan dan mampu memberikan kepasti­an atas persoalan yang dila­porkan.

“Setiap warga yang datang harus merasa dihargai, dide­ngarkan dan memperoleh kejelasan atas penanganan laporannya,” ujarnya.

Kategori :