Serah Terima Jabtaan Kapolda Banten, Pataka Berpindah, Janji Pelayanan Dimulai
Kapolda Banten sebelumnya Irjen Pol Hengki salma komando dengan Kapolda Banten yang baru, Irjen Pol Hendra Kurniawan di Lapangan Upacara Polda Banten, Kamis (8/10).--
SERANG — Pataka Gawe Kuta Baluwarti berpindah tangan. Di lapangan upacara Polda Banten, Kamis (8/10), tongkat estafet kepemimpinan resmi beralih dari Irjen Pol Hengki kepada Irjen Pol Hendra Kurniawan.
Bagi Hendra, prosesi tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni pergantian jabatan. Di balik pataka yang diterimanya, ada amanah besar: menjaga apa yang sudah baik, membenahi yang masih kurang, dan memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan penuh kesadaran, Hendra menerima Pataka Polda Banten yang menjadi simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab jajaran kepolisian di wilayah tersebut.
“Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menerima amanah ini. Pataka Gawe Kuta Baluwarti akan senantiasa menjadi pengingat akan kewajiban saya untuk memimpin dengan keteladanan, menjaga soliditas jajaran dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Hendra seusai Upacara Serah Terima Pataka dan Farewell Parade di Lapangan Upacara Polda Banten.
Hendra tidak datang untuk menghapus seluruh jejak kepemimpinan sebelumnya. Ia justru menegaskan prinsip keberlanjutan dengan perbaikan.
Berbagai langkah yang telah dilakukan Hengki selama memimpin Polda Banten, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan serta membangun kedekatan dengan warga, akan menjadi pijakan untuk melanjutkan pekerjaan.
Pesannya sederhana: yang sudah baik diteruskan, yang belum sempurna diperbaiki.
Semangat itu sejalan dengan prinsip continuity with correction yang juga ditekankan Hengki dalam acara tersebut.
“Terbukalah terhadap evaluasi dan kritik, kemudian jadikan masukan tersebut sebagai dasar untuk membenahi pelayanan dan cara kerja kepada masyarakat,” kata Hengki.
Bagi Hendra, keberlanjutan tersebut harus dibarengi perubahan yang menyentuh tubuh Polri secara menyeluruh. Transformasi tidak cukup berhenti pada struktur atau kebijakan, tetapi harus terasa dalam cara anggota berpikir, bersikap dan menjalankan tugas.
“Transformasi Polri harus menyentuh cara berpikir, cara berperilaku dan mutu pelaksanaan tugas. Pembenahan kelembagaan, sumber daya manusia, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, anggaran dan teknologi harus bermuara pada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang cepat dan terbuka, Hendra memilih satu kata kunci: kedekatan.
Ia mengajak seluruh personel Polda Banten menghidupkan semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Bagi Hendra, kedekatan polisi dengan warga tidak dibangun hanya melalui kegiatan seremonial atau patroli. Kedekatan lahir ketika polisi mau hadir saat masyarakat membutuhkan, bersedia mendengar keluhan dan mampu memberikan kepastian atas persoalan yang dilaporkan.
Sumber: