BMKG Wanti-wanti, OMC Bisa Picu Banjir

Senin 02-11-2026,21:28 WIB
Reporter : Endang Sahroni
Editor : Endang Sahroni

Berdasarkan perkembangan titik panas, kualitas udara, dan jarak pandang yang mem­baik serta cenderung stabil selama sepekan terakhir, BM­KG menilai pelaksanaan OMC terpadu dapat dicukupkan. Pertimbangan lainnya adalah prakiraan hujan untuk sepekan ke depan yang masih menun­jukkan peluang hujan, meski­pun distribusinya belum me­rata, serta perkiraan awal musim hujan di sejumlah wilayah.

Meski demikian, peng­hen­tian OMC terpadu tidak berarti seluruh kegiatan modifikasi cuaca harus berakhir. Operasi yang dilakukan BNPB, Kemen­terian Kehutanan, maupun kementerian lainnya masih dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, dengan supervisi BMKG.

“BMKG bersama seluruh unsur terkait terus berkomit­men untuk menyampaikan prospek cuaca serta melaku­kan upaya-upaya intervensi atmosfer melalui Operasi Mo­difikasi Cuaca dalam men­dukung percepatan penangan­an karhutla saat ini,” ujar Tri.

Sementara itu, Kepala BNPB Kristomei Sianturi menegas­kan bahwa hasil evaluasi men­jadi dasar untuk me­nye­suaikan langkah penanganan bencana dengan kondisi terkini.

Dalam operasi terpadu, se­luruh pelaksanaan OMC harus mengacu pada analisis dan rekomendasi teknis BMKG. BNPB dan TNI berperan me­nyediakan aset, mengoor­dinasikan, serta melaksanakan operasi berdasarkan reko­mendasi tersebut.

“Yang paling penting, karena sifatnya ini adalah operasi terpadu, maka seluruh per­gerakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) harus dida­sarkan pada arahan dan data dari BMKG; wewenang go or no-go (terbang atau tidak) sepenuhnya ada di BMKG. Kita di BNPB dan TNI hanya menyediakan aset, mengoor­dinasikan, dan mengeksekusi sesuai hasil analisis BMKG,” tegas Kristomei.

Evaluasi bersama ini di­ha­rapkan memperkuat koor­dinasi antarlembaga dalam memastikan OMC berjalan sesuai kebutuhan. 

Peman­faatan peringatan dini, pe­ngendalian karhutla, serta kesiapsiagaan meng­hadapi banjir dan tanah longsor men­jadi faktor penting agar pe­na­nganan bencana berlang­sung efektif tanpa meng­abaikan risiko di wilayah lain. (esa)

Kategori :