DPR Minta Polri Usut Jaringan Narkoba Kampung Bahari
Anggota DPR RI, Hasbiallah Ilyas.--
JAKARTA — Penggerebekan Kampung Bahari, Jakarta Utara, yang mengamankan 27 orang terduga terkait narkoba harus menjadi momentum untuk membongkar jaringan peredaran narkotika hingga ke akarnya. Aparat diminta tidak berhenti pada penindakan di lapangan, tetapi memastikan kawasan tersebut tidak kembali menjadi pusat peredaran barang haram.
Desakan itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menyusul penggerebekan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Minggu (1/11/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam perkara narkoba. Sejumlah barang bukti turut disita, antara lain sabu, ganja, ekstasi, mesin pencetak ekstasi, alat isap sabu, senjata tajam, hingga senjata api.
Legislator Fraksi PKB itu mengapresiasi langkah aparat, tetapi mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari jumlah orang yang ditangkap atau barang bukti yang disita. Pengungkapan jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika harus menjadi sasaran utama.
“Polisi harus menyapu dan menyikat bersih Kampung Bahari dari narkoba. Jangan sampai hanya berhenti pada penggerebekan. Ini momentum yang tepat untuk membersihkan kawasan tersebut secara menyeluruh. Tidak boleh ada yang tersisa,” tegas Hasbi dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Menurut dia, aparat perlu memastikan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut benar-benar berhenti. Tanpa pengusutan menyeluruh dan pengawasan berkelanjutan, jaringan yang sama berpotensi kembali beroperasi dengan modus dan pola berbeda.
“Jangan ada lagi narkoba di Kampung Bahari. Ini harus menjadi akhir dari aktivitas peredaran narkoba di sana. Polisi harus memastikan kawasan tersebut benar-benar bersih dan tidak kembali menjadi tempat peredaran narkoba,” ujarnya.
Hasbi juga meminta kepolisian memperluas operasi pemberantasan narkotika ke wilayah lain di Jakarta yang terindikasi menjadi lokasi peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai, penindakan tidak boleh dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada satu kawasan. Aparat perlu memburu jaringan pemasok, menindak para pengedar, serta memperkuat pengawasan agar bisnis ilegal tersebut tidak kembali tumbuh.
“Jakarta harus menjadi kota zero narkoba. Bersihkan Jakarta dari narkoba. Jangan beri ruang bagi bandar dan pengedar untuk menjalankan bisnisnya. Negara harus hadir melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Jakarta I tersebut. (esa)
Sumber: